Tidur Sambil Nge-Blog
tentang orang yang lagi ngigo

Jan
18

“I love him,” I confirmed factually, trying not to sound too sappy about it but rather speaking of my affection as if commenting on the latest trend in fashion. “Such as it is, I want him, even if it means endangering my position. Am I foolish for wanting to be with him?” I asked, not entirely sure I wanted the answer.

“Yes,” she replied easily, “but love is always foolish. At the best of times it hurts, at the worst of times it’s crippling, yet most of us are masochistic enough to come back for it again and again.

(simply quoting…)

Jan
14

“It’s about waiting too long to do something – to say something you should have said, but were to afraid to say, and now you can’t go back and change it. You waited too long and it’s too late – you missed your chance, and now everything means nothing, every moment you have to look forward to – it’s all just wasted time now.”

Des
08

Biasanya tiap hari senin, anak-anak dibagikan lembaran berupa petuah-petuah dari guru, biasanya cuma hal-hal kecil yang gitu-gitu aja, tapi ada juga yang menarik. contohnya yang satu ini, terlalu sayang untuk terbuang begitu saja di tong sampah walaupun berisi tentang sampah:

Suatu malam saya naik sebuah taksi yang menuju Bandara. Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tiba sebuah mobil mewah melompat keluar dari tempat parkir tepat didepan kami. Supir taksi menginjak pedal rem dalam-dalam sehingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa sentimeter dari mobil tersebut.

Pengemudi mobil mewah tersebut mengeluarkan kepalanya dan mulai menjerit ke arah kami. Supir taksi hanya tersenyum dan melambai pada orang tersebut. Saya benar-benar heran dengan sikapnya yang bersahabat. Maka saya bertanya, “Mengapa Anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil Anda dan dapat saja mengirim kira ke rumah sakit!” Saat itulah saya belajar dari supir taksi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut:

Hukum Truk Sampah

Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah. Mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti frustasi, kemarahan, dan kekecewaan. Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya, dan seringkali mereka membuangnya kepada Anda. Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, doakan mereka, lalu lanjutkan hidup.

Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang Anda temui, di tempat kerja, di sekolah, di rumah atau dalam perjalanan. Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan “truk sampah” mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak hati.

Hidup ini terlalu singkat untuk bangun pagi hari dengan penyesalan, maka sayangilah orang yang memperlakukan Anda dengan benar dan berdoalah bagi yang tidak. Hidup itu 10% mengenai apa yang kamu buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kamu menghadapinya.

Hidup itu bukan mengenai menunggu badai berlalu, tetapi tentang belajar menari dalam hujan. (Abu Fauzan)

Des
04

Every time I think we are making progress, I am reminded how much further we have to walk.

I should go further. I have to. I have ambitions. I have courage. I have family who support me. I have my friends who loyal to me. We could make to the top together. We just need to step right up every second. But, every time I think we are making progress, I am reminded how much further we have to walk.

Nov
23

Someone had once said that time healed all wounds. Whoever had said that was full of shit. The pain never went away. The emptiness left behind could never be filled. The longing never died out. The deep ache never dulled. You simply got used to it. You simply learned to survive – to keep going. You learned to live with it, but it never went away. It never healed – maybe scabbed over, but never healed.

Agu
30

Fakta   : Gw sangat suka kue putri salju.

Fakta   : Walau saat ini di rumah gw ada 6 toples kue putri salju, gw ga terlalu minat makan.

Gw minta beliin kue putri salju ke Ibu gw, biasanya kue yang gw suka banget tuh Ina Cookies, tapi pusatnya di Bandung, ada sih yang jualan di Jakarta, tapi harganya jadi mahal, padahal pemilik Ina Cookies tuh temennya Ibu gw. Tapi gila aja kan kalo kita ke Bandung cuma gara2 mau beli Ina Cookies, akhirnya kita mencoba buat aja deh. mumpung dulu waktu gw kecil juga sering bantuin Ibu buat kue, yah sekarang mah uda pada ga punya waktu, jadi kebetulan banget mumpung bisa nih.

Kebetulan sekarang hari minggu nih, jadi pas abis subuh, kita langsung cabut ke pasar pondok bambu jalan kaki. haha, cape juga, soalnya ga deket2 banget dari rumah gw. Ini bukan pertama kalinya gw ke pasar tradisional, tapi yah… bisa di itung jari lah berapa kali gw ke pasar tradisional. Di sana gw nanya-nanya, itu apaan?? kalo yang itu?? gimana sih cara milih kolang kaling yang bagus?? cara milih telor gimana?? kacang tuh yang bagus yang gimana?? Hehehe, gw belajar banyak di pasar tradisional.

Tapi kasian ya petani dan pekebun, masa harganya murah2 semua, padahal kan mereka nanemnya susah, ngerawatnya lebih susah lagi, nunggu hasilnya lama, eh, yang di dapet cuma dikit banget. Harga di pasar tradisional aja udah murah, gimana harga pas petani itu ngejualnya, pasti lebih murah lagi karena lewat pendistributor, ckckck, petani dan pekebun di Indonesia amat sangat tidak di hargai nih. Padahal kalo petani di hargai, trus kalo jadi petani dapet untung banyak, pasti banyak yang mau jadi petani, trus mereka pada pindah ke desa, jadinya di kota ga banyak pengangguran deh, untung kan semuanya.

Yah, pokoknya abis balik dari pasar, gw jalan lagi ke rumah, tadinya gw mau naik bajaj, cuma ga ada, padahal kita bawa banyak bahan makanan yang lumayan berat. Setelah nyampe rumah, langsung deh bikin adonannya, soalnya kalo istirahat dulu takutnya uda males duluan ngerjainnya lagi.

Akhirnya gw ngenakarin bahan2nya, trus bikin adonannya, trus harus di cetak2, trus akhirnya di panggang juga, abis di panggang harus di kasih gula2nya, baru deh masukin toples. keliatannya sederhana kan??

Tapi ternyata cape juga jadi pembuat kue, emang sih gw ngaduk adonan pake mixer, cuma tetep aja pegel muter2in mixernya. trus karena pencetak kue nya ilang entah kemana akhirnya kita berkreasi deh, kan ade gw ikutan bantuin bikin, Gadhia bikin bentuknya persegi panjang, gw bikin segitiga, Tiani bikin bulan sabit (cuma bentuknya agak aneh, hehe, maklum lah masih kelas 3 SD), Revin bikin bulet2. Cuma, Revin bikinnya gede2 banget, sesuai postur tubuhnya sih. Akhirnya setelah selesai cetak2in, kita panggang, hehe, maklum lah bukan professional, jadi ada yang sedikit gosong, ada yang gosongnya agak banyak, ada juga sih yang bagus.

Tapi GILAAAAA, kita mulai proyek ini kan setelah subuh, masa baru selesai pas adzan ashar. gileeee, lama banget. Pas awal-awal bikin gw masi ngiler liatnya, tapi lama2 enek juga. Yah, walaupun begitu, gw pengen cepet2 buka puasa, pengen nyicip kue yang uda susah payah gw dan keluarga gw bikin.

Agu
26

Do you have a sanctuary? A place you visit or recall whenever you feel bored or down on your luck. Or a place you go when you want to break away from your routine. I do.

Over the course of my life, there have been several things that I have called my sanctuary.

At Junior High School, manga’s (comic from Japan) became my sanctuary. I could get myself occupied for hours reading manga, even skipping bath and pray. Manga’s give me a change to jump into the manga’s world and become someone else. That refreshed me because I was damn bored of my toneless life.

But in last year at JHS, I realize that my social life was deteriorating. So I tried to start using my time to hanging out with my friend. Still I can’t remove my manga’s from my life, but I tried to decreasing my time for reading manga’s.

I’ve got nice photos and memories at my time when I hanging out with my friends. But in the end I admit, since we’re started Senior High School, we’re choose different path so it was hard to gathered again.

I’ve found new friends at SHS, we’re having a really good time until we’re got a different class, then I became student council. The secretariat of student council became my sanctuary but only for one year, because right now I’m no longer a student council.

I have nothing for my sanctuary. I want to find it, soon.

Note : I’ve got inspired because of the “My Sanctuary” article, who’s made by Bima Setyo Wibowo in Reader’s Digest Indonesia. A few sentence in this post is from that article.

Agu
05

bel, anterin ke depan kodam dong..

bel, anterin ke cipro dong..

bel, numpang dong sampe polsek..

bel, nebeng ya sampe depan gang lo..

bel, tanggung nih, sampe rumah gw aja ya..

haha, akhirnya gw jadi tukang ojek juga deh. pertama2 pas paling ngeri ya pas awal2 banget punya motor, udah ada yg minta nebeng, deket sih, cuma kan serem aja, mana nebengnya ke pasar, kan banyak orang, trus keseimbangan gw ga bagus lagi, ckckck.

pernah sama dika dan carol naik motor be3. hiiiiiiiiiiiiii, serem dah, hahahahaha, tapi kocak, tapi hampir nabrak, hahaha. di jalanan ribut mulu, hahahaha.

pernah yang naik orangnya gembul, jadinya lebih berat, jadinya ribet, jadinya keseimbangannya makin parah. hahaha, lega banget gw waktu tu orang turun.

lebih susah kalo yang naik tuh cewe yang posisi duduknya miring, hah, bener2 harus jaga keseimbangan.

trus aneh deh kalo ada cowo yang nebeng, tapi masa gw yang boncengin dia sih?? kan aneh. jadinya pas tu anak nebeng, jadinya dia yang ngendarain motor, trus pas uda di tempat dia turun, yaudah gw turun dulu, baru dia turun, trus gw naik motor lagi, trus yauda gw pulang.

susahnya boncengin orang tuh gara2 space duduk gw jadi lebih dikit (karena biasanya gw pake tas ransel yang nambah space lagi, cuma gw ga mau gendong tas ranselnya di depan karena ga suka). jadinya harus ngatur spionnya tiap kali sendiri dan nebengin orang.

gw lebih takut menggendarai motor saat gw nebengin orang, daripada sendirian. soalnya kalo kecelakaan kan kalo sendiri ya paling yang luka gw dan orang yang gw tabrak, nah kalo ada penumpang, kan penumpangnya bisa ikut kecelakaan juga.

tapi paling seneng tuh kalo ada yang nebeng jadinya ga sendirian aja, kan enak kalo ada yang bisa diajak ngobrol walau gw jadi harus lebih konsentrasi menjaga keseimbangan. soalnya serem kalo pulang ke rumah malem2, sendirian, lewat jalan tembus, tapi gelap. hiiiii. takutnya tiba2 yang tadinya ga ada penumpang, eh jadi ada nananana nemplok di punggung gw, kan sereeeemmmm.

Jul
05

kan gw punya diary tuh yg bekas gw SD. Nah, ternyata diary nya makin rapuh, gw takut deh kalo halamannya ada yang ilang ato rusak gara2 sering dibaca ade gw. makanya gw mau pindahin isinya ke blog ini. Isinya sama sekali ga gw edit, gw nulis apa adanya di diary gw.

Rabu, 6 November 2002

Pertama Puasa

Saat pertama puasa perutku sangat keroncongan. Saat sedang main perutku berbunyi “kruk”. Saat belajar perutku berbunyi “kruk”. Sepertinya saya tak kuat berpuasa. Tetapi sehabis shalat laparku hilang. Tetapi tiba-tiba lapar lagi. Saya sangat bingung. Meng

Kamis, 7 November 2002

Tidak Teras

Kemanisan

Saat bangun sahur rasanya sangat mengantuk. Saya makan dengan malas lalu salat subuh. Langsung saja saya tidur, karena sangat ngantuk.

Saat bangun ternyata sudah pukul 10.00 saya langsung mandi. Lalu bermain-main dengan adik-adikku. Tidak terasa ternyata sudah pukul 01 13.30. Secepat-cepatnya saya wudu solat. Setelah itu saya bermain lagi. Eh ibu pulang. Lalu kami ditanya “Mau beli kolek pisang ngak untuk buka puasa?” Lalu saya bilang mau.

Saat berbuka puasa saya minum teh lalu mencicipi kolek pisang. Tapi ternyata kolek pisang itu kemanisan. Saya tidak mau lagi kolek pisang itu.

Jumat, 8 November 2002

Kenyang

Saat berbuka puasa saya melihat ada kolek pisang. Kebetulan kolek pisang adalah kesukaanku. Sel Setelah makan semangkuk saya kekenyangan. eh akhirnya saya tidak makan nasi.

Sabtu, 9 November 2002

Senangnya

Setiap hari sabtu saya les keyboard di Max & Jeny. Pada saat itu saya belum bisa lagu Melody of Love. jadi saya takut diomelin tapi sampai sana dan setelah dicobasaya tidak diomelin. Dalam hati saya berkata “Senangnya”

Minggu, 10 November 2002

Mimpi Buruk

Pada malam hari saya tak bisa tidur. Selalu saya saya mimpi buruk. Saya sangat gelisah. Walaupun suhu sudah pasang AC saya tetap merasa kepanasan tapi untunglah saya bisa tertidur walaupun sudah pukul 11.30

Rabu, 26 Februari 2003

Gara-Gara Tidak Sekolah

Hari ini saya sangat kesal

Kamis, 1 April 2004

Ibu kayaknya marah banget. Gara-gara Bellys kayak ngak ikhlas ngambil celana Revin. Padahal Bellys pengen pipis, pengen wudhu, pengen shalat, nah trus tidur. Bellys jadi ngerasa sedih tapi harus disembunyiin supaya ibu ngak tau jadi ngak ma tambah marah. Yah apa boleh buat. Udah gitu makin banyak aja masalah yang harus dihadapin tes, pagelaran, pameran, masalah rumah, dll

Cape

Minggu, 27 Juni 2004

Pagi-pagi udah bangun mau ke sunda kelapa. dikirain cuma sekeluarga aja tapi ternyata engak. pas dijalan ternyata nyasar. nyam..pe disana dikirain ada ACnya dan tempatnya sepi ternyata ngak. Pas nyampe rumah mau pulang di tas yg digendong ada air tumpah celana jadi basah pas udah dirumah ayah nyuruh beli bakso. bellys tapi juga mau

diary gw aneh ya. dikit amet isinya. awalnya konsisten tiap hari nulis, tapi baru 5 hari uda langsung setahun berikutnya, dasar anak kecil.

Jun
28

Akhirnya gw baru sempet cerita lengkap kejadian pas gw nyasar.

jadi….

gw baru aja dari kantor ayah gw di deket gelora bung karno, nah gw mau ke sekolah, cuma gw males kalo naik bus way, gw bosen aja, pengen coba2 naik bus biasa. akhirnya gw tuh liat ada bus no 062 yang ada rute polda nya. nah, karena gw merasa kayaknya gw pernah tau deh daerah yang namanya polda. akhirnya gw naik.

pas di bus tuh gw bingung, krn bukannya biasanya bus tuh bayarnya 2000 ya, kok di mintanya 5500. baru deh gw nyadar, bahwa tempat pas gw naik itu yang namanya polda, dan sekarang gw di bus yang entah kemana.

Trus gw denger ada seorang ibu yang bertanya ke ibu lain

ibu 1 : bu, bener kan bus ini ke Lippo Karawaci??

ibu 2 : bener bu

ibu 1 : Lippo Karawaci itu yang di tangerang kan bu??

ibu 2 : iya

jeng jeng, berkat si ibu pertama gw jadi tau tujuan bus ini. cuma…….. uda di pintu tol!!!!!!!!! huaaaaaaa, mau turun tapi ga berani. gimana ni????????

yauda akhirnya uda keburu masuk tol. pasrah dah gw. ternyata beneran pemberentian pertama di Lippo karawaci, hah, akhirnya gw turun, gw ga mau nyasar lebih jauh. ato jangan2 ternyata bus nya langsung balik ke jakarta?? who knows.

pokoknya gw turun dan gw jadi bingung plus panik. gileeeeeeeeeeee gw belum pernah ke tangerang!!! ga punya saudara yang di tangerang pula. akhirnya gw mengikuti gerombolan orang yang keluar dari bus itu, cuma akhirnya orang2 tersebut mencar, dan gw pun makin bingung plus panik. tapi gw ga mau disangka anak ilang, ntar dibawa ke polisi, trus ketauan gw nyasar, ntar di ketawain sama polisi. mau telpon ortu tapi gengsi juga, masa mau bilang kalo gw terdampar ke tangerang, lagian waktu gw terakhir cek keadaan ortu gw, dua duanya lagi meeting.

yauda akhirnya gw nekad nanya sama mba2 penjual nasi, trus dia ga tau, dia sok2 memberikan keterangan tapi mukanya pas ngomong juga kayak kebingungan, gw ngeri kalo gw menjalankan advice nya. akhirnya gw tunggu dulu di jalan sana, ada bus yang ke jakarta ga. ternyata uda nongkrong lama, ga ada juga.

akhirnya gw tanya sama mas2 yang baru aja dateng naik motor. mas2 itu kasi tau gw naik angkot yang warna coklat ato kuning, malah angkotnya sampe dia yang berhentiin, trus naik bus no 45. gw berterima kasih berkali2 sama mas2 itu. akhirnya gw naik angkot trus naik bus nya. tapi……. gw salah naik bus nya, untungnya sih bukan salah nomor, tapi salah arah. bus yang gw naikin itu yang ke terminal. jadi gw harus nunggu tuh bus sampe terminal, trus ada administrasi nananana, baru deh tu bus berangkat ke jakarta.

kenek nya kan ngajak gw ngobrol (keneknya uda tua), trus dia nanya kok bisa salah naik bus, yauda akhirnya gw menceritakan petualangan gw akan salah naik bus, hah, diketawain gw sama tu kenek, bahkan ada pemulung yang lagi ambil2in sampah di bus nya ketawa juga, hahaha. gw jadi ikut ketawa jg. trus obrolan gw dan sang kenek pun berlanjut, dia menceritakan tentang kehidupanya (walaupun agak2 ga kedengeran gara2 suara mesin bus nya keras dan suara kenek nya pelan). kenek itu merasa puas dengan kehidupannya yang sekarang dia jalani, dia berhasil menyekolahkan ke3 anaknya, bahkan anak tertuanya sudah kuliah semester 5, dia merasa bahwa dia sudah berhasil. padahal kalo dalam pandangan gw ya…. jadi kenek bus bukan suatu keberhasilan walaupun dia berhasil menyekolahkan anaknya, tapi gw salut sama kenek itu, dia bangga sama job nya sekarang dan dia merasa bersyukur akan keadaannya.

pokoknya di bus itu gw uda merasa tenang deh, sampe malah gw ketiduran, untungnya sih ga kecopetan dan ga kebablasan. karena tu bus tujuannya blok M, yauda gw nyasar lagi di jakarta barat. dari sana gw bingung mau naik apa, gw tuh agak trauma klo naik bus lagi. cuma gw liat ada bus yang tujuannya ke UKI, tapi kali ini gw ga asal naik, gw nanya dulu, tuh bus beneran ke UKI ga?? ternyata bener. naiklah gw ke bus itu, dan sampailah gw ke UKI.

dai UKI gw naik angkot 29 dan ketemu saudara sepupu gw. gw ceritain deh pengalaman gw. kemudian gw sampe sekolah, kira2 jam 4. tadinya gw mau pulang aja, cuma gw mau cek keadaan di sekolah akhirnya gw ke sekolah deh.

sampe sekolah gw semangat banget menceritakan pengalaman gw yang sebenernya memalukan ini. haha, sampe yang lain ketawa juga. trus akhirnya gw pulang ke rumah setelah maghrib, di rumah gw juga menceritakan pengalaman gw, Ibu gw sampe ketawa2.

pelajaran yang bisa gw ambil :

  1. hati2 kalo naik bus, bisa aja tiba2 kesasar sampe jauh banget.
  2. jangan nanya jalan sama mba2, biasanya mas2 yang tau jalan.
  3. selalu siapin duit lebih, kan kalo kesasar trus ga ada uang, mampus lah.
  4. bersyukurlah akan keadaan gw sekarang seperti sang kenek yang bersyukur atas keadaannya.