Aku naik kereta sampai Surabaya, abis itu dilanjutkan perjalanan dengan pesawat terbang ke Ujung Pandang, hingga akhirnya aku dijemput dan sampailah di unhas. Setelah itu aku demam. The End?
Buat apa aku ke maros kalau pada akhirnya aku tidak pergi ke satu leang pun karena aku demam? Untuk apa persiapanku selama ini kalau pada akhirnya aku hanya berbaring di salah satu rumah penduduk? Untuk apa aku menghabiskan uang yang banyak untuk menuju maros jika aku langsung di jemput untuk pulang ke Jakarta?
Aku memang bertanya-tanya akan banyak hal sejak aku dijemput dari rumah mama Tenne di desa lopi-lopi, maros. Bahkan sebelum aku dijemputpun aku bertanya-tanya untuk apa aku tetap di maros jika kerjaku hanya tidur-tiduran. Tapi setelah aku telaah lagi, aku ternyata menemui banyak orang dan mengalami peristiwa-peristiwa yang tak akan aku alami jika aku tidak ikut ke maros. Aku mau mulai membuat sebuah list, mengenai hal yang aku alami selama perjalanan kesana sampai perjalananku kembali ke Jakarta. Tapi sepertinya merepotkan. Hehe. Pada akhirnya, ga ada yang aku sesali kok.
Aku memang sebentar saja di Makassar. Sudah sebentar disana, sakit pula. Tapi aku sempat bermain-main di desa Lopi-lopi. Aku juga sempat bermain di Unhas, baik di mapalanya maupun di jurusan Geologinya. Bahkan aku sempat mandi di goa di belakang rumah mama Tenne.
Mungkin aku memang diberikan sakit supaya aku pulang ke rumahku di Jakarta. Biarpun aku uda pernah pulang, tapi tidak pernah lama. Jadi, ada untungnya juga aku sakit. Hehe, tapi tetap saja aku ga mau sakit lagi. Tipes untuk yang keempat kalinya? No Way!!!