Forte

je suis forte, beaucoup plus forte que tu ne le crois

Iklan

Transformasi

Hari ini ada bahasan mengenai pengalaman transformasi pada diri sendiri. Ketika pertanyaan itu kuberikan pada diriku, tak tahu apa yang harus ku jawab. Sempat terpikir saat-saat transformasi diriku yang paling signifikan adalah massa SMA. Hal itu ditandai dengan aku lebih banyak ikut organisasi dan akupun mulai berjilbab. Namun ketika kutelaah mengapa aku bisa seperti itu, mungkin hal tersebut dipengaruhi oleh diriku di waktu SMP. Akan tetapi, aku tak bisa mengingat suatu peristiwa yang benar-benar mengubahku. Akhirnya, kutarik lagi lini waktu hingga aku masih SD. Akhirnya aku mengingat suatu peristiwa yang sangat membuatku terkenang.
Ketika itu aku kelas 5 SD di SDNP IKIP Jakarta. Sejak TK, aku memang pergi ke sekolah diantar orang tua, namun ketika pulang mengikuti jemputan. Suatu hari, aku tertinggal jemputan. Harusnya aku ikut jemputan di jam 2 siang, namun karena aku tertinggal, akhirnya aku harus ikut jumputan jam 4 yang bersama anak SMP dan anak SMA. Alhasil, aku sampai rumah jam 5. Ketika orangtuaku mendengar kabar tersebut, terpikirlah bahwa aku seharusnya belajar naik angkutan umum sendiri. Aku memang sudah biasa naik angkot sendiri, namun dari rumahku menuju sekolahku, aku perlu naik metromini.
Beberapa hari kemudian, ayah mengajariku naik metromini. Dengan cueknya, setelah ayahku menerangkan teori naik metromini, dia menyuruhku utk mempraktekannya dan berlaku seolah2 ayahku tak bareng aku. Naik dan selama berada di metromini, aku tak mengalami masalah yang berarti. Namun aku ketakutan ketika aku mau meminta metromini utk berhenti karena aku mau turun dari metromini. Tempat yang aku ingin tuju sudah terlewat. Akhirnya aku beranikan utk mengetukkan koin yang ada di tangan ke kaca metromini dengan keras, agar metromini tersebut berhenti. Saking gugupnya diriku, walau metromini belum memelan cukup pelan, aku langsung turun. Untungnya aku turun dengan kaki kiri duluan. Kakiku sedikit sakit. Akupun terkejut. Namun aku lega karena aku berhasil turun dari metromini. Kulihat ayahku juga sudah turun lewat pintu yang belakang. Ayahku terlihat khawatir dengan tindakanku yang gegabah. Namun di saat itu juga, aku memahami satu hal yang penting:

Jika aku tidak melakukan tindakan untuk diriku sendiri. Maka kondisi yang ada tak akan berubah. 

Aku sudah melakukan perubahan terhadap diriku yang tak bisa naik metromini, menjadi bisa. Saat itu aku di kelas 5 SD. 

Saat ini aku sedang training BPS, tentunya aku bisa melakukan perubahan tak hanya untuk diriku, untuk BPS, untuk Pertamina, tapi juga suatu saat untuk negaraku tercinta.

New moon, new years, new resolutions and new jobs

Hari ini tanggal 2 Februari 2015. Sudah kulalui bulan Januari dengan aman sentosa damai dan bahagia. Tanpa kuduga, Januari menjadi bulan mulainya kehidupanku yang baru. Tak ada lagi bangun siang dan tidak memiliki jadwal pasti. Tak ada lagi belajar GRE di pagi hari dan berangkat ke Wall Street English di sore hari. Tak ada lagi waktu untuk menghubungi teman-teman dan mengajak mereka ketemuan. Tak ada lagi waktu untuk mengajak anak-anak geologi untuk jalan-jalan. Tak ada lagi waktu untuk mengikuti acara KMPA yang segitu banyaknya. Tak ada lagi waktu yang bisa ku gunakan hanya untuk bermain game ataupun membaca novel sepuasnya. Bulan Januari ini merupakan bulan dimana aku harus me-manage waktuku sebaik-baiknya.

Awal Januari kulalui dengan biasa. Aku berkumpul bersama keluarga besar di bumi duren sawit dan menonton kembang api di awal tahun baru ini. Kemudian aku berkunjung ke rumah-rumah nenek dan saudara yang berada di Bandung. Esok harinya aku ikut bersama keluargaku untuk melihat tanah di Bogor yang hendak ditanami pohon buah-buahan maupun sayur-sayuran. Setelah aku kembali dari kedua tempat tersebut, aku berikrar untuk lebih serius dalam mencari kuliah S2, belajar GRE, dan mempersiapkan segala persyaratan untuk S2.

IMG_3195

Tanpa kusangka, hari kamis tanggal 8 Januari 2015 mengubah semua hal yang aku rencanakan. Aku mendapat panggilan mengikuti pendidikan BPS Pertamina Persero pada direktorat Hulu. Sungguh aku bingung luar biasa. Memang aku sudah mendaftar di Pertamina pada tahun 2014. Memang aku sudah melewati semua tahap dan sudah lulus pada wawancara dengan direktur. Namun saat itu aku belum sidang sarjana sehingga aku tidak dapat memproses aplikasiku lebih lanjut. Saat itu customer service yang menelponku mengatakan bahwa Pertamina tidak dapat menjanjikan bahwa aku dapat diterima di Pertamina, namun ada kemungkinan untuk ikut di batch selanjutnya. Tak disanggka, ternyata pada 8 Januari 2015 lalu aku mendapat kabar tersebut.

Aku segera mempersiapkan segala yang aku butuhkan. Mulai dari seragam, sepatu, sampai perlengkapan detail. Email konfirmasi segera ku persiapkan berikut dengan lampirannya. Aku juga menghubungi Yudith, temanku yang sudah mengikuti program BPS Pertamina EP lebih awal daripada diriku. Tak lupa doa kupanjatkan agar memang tak salah bahwa namaku berada di batch 2015 ini. Hari senin tanggal 12 Januari 2015 merupakan hari awal dimana aku memulai hidup baruku dalam menjalani pendidikan BPS Pertamina.

Kasih tau atau ngga??

Ada kabar yang ingin kuberitahukan ke beberapa orang yang gw sayang. Sayang sebagai teman. Namun aku takut orang tersebut tidak hanya sayang kepadaku sebagai teman. Apakah itu hanya kesombonganku saja? Kadang aku tak mengerti bagaimana batas teman dan tidak. Kadang aku takut terlalu kepedean. Tapi aku juga tak mau terlalu tidak peka.

2015/01/img_5323.jpg

The Test Day

On Tuesday, December 16th 2014, I’ve just finished doing an interview for Total Global Scholarship (TGS) 2015. The interview was taken in interview room in ITB Career Center. It is located on GKU Timur building. Every interviewee has one interviewer in one closed room. The room is quite small, it’s about 2 x 2 meters. The room was separated from the other room with a thin layer of wood. You could hear what people saying in other room but only seems like whispers.

My interviewer was a woman from Experd. She was friendly and seems concern to other people. I bet she is a psychologist, but she didn’t say anything about her background. We started to say hello in Bahasa, but then she explained that she need to know whether I’m articulate in English or not. So we started to talk in English. The questions that she asked me are related to my experience, my plans and my personality.

Although I did my best in my interview, I was not satisfied at all. I think I not promote myself enough. I talked a lot about my weakness and talked less about my strengths. I was unable to speak English fluently. I was distracted by talking things that I’m not finished doing, such as helping my parents to build a family company. Although I thought that the interview was a failure, I hope the interviewer won’t think the same as me. I hope she could find things that she wanted to find in me. I hope I could be a perfect candidate for her. If I’m not good enough, at least I have one more interview experience.

Before I was doing the interview, I must pass two test on December 15th 2014. The test are psycho test and Leaderless Group Discussion (LGD). On that day, I was very worried about the LGD results because last year I failed on that test for Total Summer School 2014. Fortunately, I passed for both test so I can continue to interview.

The LGD is pretty much the same as the FGD that I got last year. The differences are more people join the discussion and more people who observe the discussion. Last year, there were only five people in one group and one observer. This year is six people in one group and two observer. I think I could pass this test not because I’ve had this test before, but because I’ve changed for the better. Well, I hope so. The results makes me want to redo my TOEFL test because my last one was last year ago. I bet I could do better. lol. Or I might too arrogant and self-confident.

Unexpected Time Capsule

I know I’m suppose to be sleeping right now because tomorrow is an important day. I know that I could write this tomorrow, but my hands feel like doing it.

I was trying to find my old notes. I want to gather all the important note that I’ve been writing. So this is it, one of the note that I found.

IMG_5146.JPG

Based on the content, it might be written at the end of year 2008 and in Ramadhan month. I was in second year 81 Senior High School. This note said 4 goals that I had:
1. Being an architect when I’m 20 years old
2. Level 55 in RF, year 2009
3. Entering ITB in 2010
4. Finished reading Al-Quran at the end of Ramadhan month

The result of that goal:
1. Now, I’m 21 years old and I’m not an architect. I’m a geologist.
2. I remember that I manage to get my RF character (cora) to level 55 and I also have another character (bellato) at level 25.
3. In 2010, I was accepted in ITB.
4. I don’t remember the result…

Well, at least I got 50% worked out. Although I’m not really become a person that I planned in 2008. I’m happy and satisfy with my life.

Besok = Tahap kedua TGS

Besok adalah hari dimana aku datang ke GKU Timur untuk memenuhi undangan dari Total. Besok adalah hari dimana aku berkumpul dengan teman-teman seperjuangan yang sama-sama berkeinginan untuk melanjutkan kuliah ke jenjang berikutnya. Besok adalah hari yang sama seperti tahun lalu ketika aku berjuang untuk mendapatkan Total Summer School.
Tahun lalu aku gagal di FGD. Tahun ini aku berharap akan mendapatkan hasil yang berbeda. Dari segi formulir dan cara pengumpulannya sih sama seperti tahun lalu. Tempat pun sama di GKU Timur. Namun kali ini akan ada psikotest. Mudah-mudahan aku bisa melewati tahap demi tahap dari Total Global Scholarship. Insyaallah, aku bisa. Bismillah